Jumat, 01 Oktober 2010

“Tantang Tirani”


“Tantang Tirani”
      By : Homicide

      [Spoken]
      Ini adalah monumen tengat kesabaran dan angkara
      Satu barisan, ribuan mimpi
      Titik berangkat yang tak pernah dapat kami datangi kembali
      Terbuang serupa fotokopian pamflet aksi di setiap perempatan
      Harapan kami akan berakumulasi menyaingi nyalak senapan kalian!
      Kami merayap dalam lamat menyaingi hantu-hantu pesakitan
      Hingga waktu kalian mencapai tengat…

      Titipan angkara mereka yang tak bisa lagi bersuara
      Ini muara seluruh murka lawas yang kehilangan nyawa
      Dalam hitungan langkah kami akan isi angkasa
      Dengan ribuan pekik yang sama saat kalian terbakar bersama bara
      Terlalu kentara manuver mereka memplot penjara
      Hukum, moral, kebebasan, batas surga dan neraka
      Merancang kontrol bawah sadar serupa bius pariwara
      Menjagai setiap inci palang pintu modal dengan tentara
      Sebelum waktu yang banal jumud berkanal
      Semua momen heroik yang tak pernah tercatat dalam tanggal
      Biarkan mereka lafaz semua peringatan yang mereka hafal
      Setiap ayat pasal karet pertahanan para tiran berpangkal
      Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
      Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
      Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
      Kawan, mana kepalan kalian?!

      [Chorus]
      Serupa biksu Burma di hadapan moncong senapan
      Serupa malam Januari yang menandai Chiapas
      Serupa seruan Chavez di depan muka Amerika
      Serupa tangan Intifadha yang melempar batu di Palestina
      Serupa siklus ronta kota pasca Genoa
      Serupa rudal Hizbullah di daerah pendudukan
      Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

      Kami menolak menjadi bidak, sekedar sekrup dan tumbal
      Target pemasaran sampah industri kapitalis global
      Sekedar hidup lurus dalam dikte penguasa arus
      Sekedar kalian tahu kami akan bertahan sampai mampus
      Kalian awetkan hegemoni dengan balsam mumi anti-teror
      Kombinasi intel dan preman menebar horor
      Kalian kerangkeng kami dengan pembenaran semantik
      Kami rancang kalam puitik yang lebih bersenjata dari ribuan manifesto politik
      Kaya semakin kaya, miskin semakin papa
      Kalian dapat berlindung di balik ocehan nasib dan samsara
      Lakukan apapun termasuk menjadi tuhan
      Kami akan berdiri di sini, tak sendiri, hingga nafas penghabisan
      Kebebasan yang datang saat kau tak memiliki lagi harapan
      Saat opsi tersisa adalah berdiri menantang para tiran
      Saat momen terhidup dalam hidupmu adalah memasang badan di tengah medan
      Kawan, mana kepalan kalian?!

      [Chorus]
      Serupa kesabaran terakhir para buruh di palang pintu pabrik
      Serupa panen terakhir para petani penggarap
      Serupa tengat miskin kota di ujung penggusuran
      Serupa pilihan terakhir Pasifis di hadapan ancaman pasar
      Serupa harapan mereka yang tak bisa lagi berharap
      Serupa pilihan terakhir keluarga korban kekerasan negara
      Serupa rahim setiap ibu yang melahirkan para kombatan yang menantang setiap tiran di titik nadir perhitungan

      [Spoken II]
      Kami akan bangun kembali godam dari reruntuhan dan berangkal harapan
      Keyakinan yang menyaingi semua manual langitan
      Esok akan terlalu terlambat, hari ini atau tidak sama sekali!
      Meski kalian coba bunuh kami berkali, kami akan lahir berkali bergenerasi
      Harapan meski sebutir pasir di lautan yang menyapa setiap kawan
      Dan menagih setiap jemari yang pernah menjanjikan kepalan
      Untuk menggetarkan nyali para tiran!

      [Soundclip dari orasi di lapangan]
      Kawan-kawan, dengarkan kawan-kawan!
      Komando ada di tangan saya, jangan terpancing provokasi!
      Kawan-kawan, tunjukkan pada mereka kita tak akan bergeming hari ini, kawan-kawan!
      Komando ada di tangan saya. Satu langkah untuk pembebasan!
      Hitung mundur dari sekarang!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar