Jumat, 01 Oktober 2010

“Puritan ( Godblessed Facists )”


“Puritan ( Godblessed Facists )”
      By : Homicide

      adalah bagaimana manusia menyebut nama tuhannya : “tebas lehernya dahulu baru beri dia kesempatan untuk bertanya”
      pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
      supaya dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma
      persetan dengan Surga® sejak parameter pahala
      diukur dengan seberapa banyak kepala yang kau pisahkan dengan nyawa
      kini leherku-lah yang membuat golokmu tertawa
      target operasi di antara segudang fasis seperti FBR di Karbala
      karena aku adalah libido amarahmu yang terangsang dalam genangan darah
      selangkangan Shanty jika kau menyebut parang bagian dari dakwah
      melahap dunia menjadi pertandingan sepakbola
      penuh suporter yang siap membunuh jika papan skor tak sesuai selera
      para manusia-unggul warisan Pekan Orientasi Mahasiswa
      paranoia statistika agama, wacana-phobia ala F.A.K
      B-A-K-I-N tak pernah bubar, mewujud dalam nafas kultural
      persis wakil parlemen yang kau coblos dan kau tuntut bubar
      partai bisa ular, belukar liberal
      Gengis Khan mana yang coba definisikan moral
      persetankan argumentasi membakar bara masalah
      dengan kunci pembuka monopoli anti-argumen komprehensi satu bahasa
      instruksi air raksa mereduksi puisi hingga level yang paling fatal
      kehilangan amunisi, sakral adalah ambisi
      wadal modernisasi, program labelisasi Abu Jahal
      distopia yang tak pernah sabar untuk menuai badai aku bersumpah untuk setiap jengkal markas yang kalian anggap layak bongkar
      dan setiap buku yang nampak lebih berguna jika terbakar
      jika setiap hal harus bergerak dalam alurmu yang sakral
      sampai api terakhir pun, neraka bertukar tempat dengan aspal
      batalyon pembenci Gommorah sucikan dunia dengan darah
      menipiskan batas antara kotbah dengan gundukan sampah
      jika membaca Albert Camus menjadi alasan badan-leher terpisah
      lawan api dengan api dan biarkan semua rata dengan tanah
      lubang tai sejarah, memang dunia adalah
      kakus raksasa nikahi bongkah kranium kerdil berpinak ludah
      jika idealisme-mu tawaran untuk mengundang surga mampir
      berikan bendera dan seragammu, kan kubakar sampai arang terakhir
      sratus kali lebih dangkal dari kolom Atang Ruswita
      seribu kali lebih busuk dari tajuk majalah Garda
      untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir diperapian
      tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan
      mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi
      propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi
      jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap
      maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap
      yo, fasis yang baik adalah fasis yang mati
      fasis yang baik adalah fasis yang mati
      fasis yang baik adalah fasis yang mati
      tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar