Minggu, 26 September 2010

Guitar FX BOX

What does Guitar FX BOX do?
Well, just plug your guitar into the sound card input and you will find out. Your guitar will sing and scream, like you are using good collection of expensive analog effect pedals or hardware effect processors. You can apply a wide range of high quality effects to guitar, voice, and other inputs.

Guitar FX BOX sits between sound input and output - signal is sampled from sound card input, processed, and than sent to the sound card output with VERY LOW LATENCY, virtually undetectable!
This is achieved using DirectSound or WDM streaming for fast access to the hardware (sound card), and fast closely integrated DSP algorithms, optimized for real-time processing.

Guitar FX BOX 2.6 - effect (guitar/voice) processor for win9x/Me/2k/XP
----------------------------------------------------------------------------

Main new features in version 2.6:

- WDM streaming support for extremely low latency under win98/Me/2k/XP
- Hardware support for sound cards with emu10k1 based chipsets
(SB Live! series, APS,...) may be needed only with win9x/Me and VxD based audio drivers,
- Adjustable sample rate, up to 48KHz,
- Improved effects (stereo chorus, pitch shifter...),
- Tuner can now be configured for different tuning types / instruments,
- More...

System requirements:

-16-bit Sound card with drivers supporting DirectSound (win9x/Me) or WDM streaming (win 98/Me/2k/XP).
-CPU Pentium 166 MHz Minimal. Pentium 300 MHz, or faster recommended.
-Operating system Windows 9x/Me/2k/XP,
-DirectX 6 or later installed in the system.

Download Guitar FX BOX here!

Check web site: http://www.guitar-fxbox.com for updates, and announcements.

Jumat, 20 Agustus 2010

Surat Cinta untuk Dinda (Bahasa Perangko)

Bandung,27 April 2003

“Dear Dinda sang pujaan Hati,,,” 
Ketika pertama aku melihatmu, aku merasa ada yang aneh dalam diriku. Sesuatu yang menyesakkan di dada ini. Betapa gelombang itu datang tiba-tiba dikala aku berhadapan denganmu.
Mulai saat itu, seraut wajah senantiasa mengisi hari-hari dan lamunanku. Wajah itu adalah paras cantikmu nan ayu. Selalu terbayang tiap detik dan hela nafasku. Walau ku coba tepis rasa ini, namun tiada aku daya untuk membendungnya. Malah tiap hari berganti perasaan itu semakin membesar dan bergejolak dalam hati ini. Kata orang ini adalah perasaan cinta.
Aku sadar aku hanyalah orang biasa yang tak mungkin bagimu untuk memperhatikanku. Walau aku tak pandai bicara merangkai kata dan puja untukmu, melalui secarik kertas ini aku mencoba memberanikan diri untuk mengungkap segala rasaku padamu. Walau aku tau ini tak mungkin. Tapi Dinda.. kalau aku boleh jujur, “sungguh aku suka dan cinta padamu!”.
Selebihnya aku hanya bisa berharap..dan berdo’a agar aku bisa menjadi pendamping setiamu. Andai kata nanti ternyata Dinda tak bisa terima semua ini, Ijinkanlah aku menyimpan rasa ini sebagai sebagai taman indah untuk dikenang.

Yang mendambamu,
Ryo 
…………????...........
  
Itulah contoh sepenggal surat yang mungkin sebagian pernah membuatnya. Namun untuk zaman sekarang ini aku belum lagi mendengar kata “Surat Cinta” dari sang “Kekasih Hati”.
Kemajuan teknologi yang semakin canggih telah menggantikannya. Dengan adanya telpon, handphone, iPhone, PDA Phone dan lagi jaringan internet yang semakin mendominasi hingga hampir semua orang merasa tergantung pada semua kecanggihan itu dan melupakan hal yang dulu dirasa romantis dan dinanti-nati dari pasangannya. Heuheu…
Tapi ni sekedar mengingatkan bagi mereka yang pernah mengalaminya atau sekedar ia bercerita buat orang yang baru tahu. Bahwa pada masa sebelum ada telpon dan keturunannya kita semua mengenal surat(katakanlah surat cinta…Heheuy..), bahkan sampai pernah ada istilah “Bahasa Perangko”.
Bahasa Perangko yang saya tahu ialah cara penempatan atau penemlepan perangko yang mempunyai arti dari tiap posisinya.

Minggu, 15 Agustus 2010

WANGSIT SILIWANGI

Lalakon urang ngan nepi ka poe ieu, najan dia kabehan ka ngaing pada satia!
Tapi ngaing henteu meunang mawa dia pipilueun,
ngilu hirup jadi balangsak, ngilu rudin bari lapar.
Dia mudu marilih, pikeun hirup ka hareupna, supaya engke jagana,
jembar senang sugih mukti, bisa ngadegkeun deui Pajajaran!
”Lain” Pajajaran nu kiwari, tapi Pajajaran anu anyar,
nu ngadegna digeuingkeun ku obah jaman!
Pilih! Ngaing moal ngahalang-halang. Sabab pikeun ngaing, hanteu pantes jadi Raja,
anu somah sakabehna, lapar bae jeung balangsak.

Darengekeun!